Senin, 17 Mei 2010

Sepotong Cinta

“Aku tidak tahu menggambarkan perasaanku sekarang Ulbareta. dalam hati tidak secuilpun ingin melepasmu. Tapi bagaimanapun kenyataan ini harus aku pilih, antara kau dan Sundewi key. Kalau aku mendua apa kata teman, sedangkan aku ini sangat malu bicara dalam Kepopularitasanku dalam sebuah kumpulan ini. Mereka bilang senior, mereka menganggapku gugu-guru mereka yang harus tidur dalam ucapan yang selalu kulontarkan” Koshosi kuter memilih kalimat supaya tak terlanjur menyakitkan Marea ulbareta hoki.
            Marea ulbareta hoki hanya bisa nangis mendengar suara perih itu dalam saluran Hp. Tak bisa ia bayang orang yang ia harap akan selalu berada disampinnya. menemani mimpi-mimpi tidurnya. Kini harus menerima kenyataan pedih bahwa hidupnya yang setiap saat bahagia dilanda petaka harus memutus cinta kasihnya bersama Koshosi kuter.
            Ia paksakan mendengar kalimat-kalimat itu terus. Air mata membasahi pipi cantiknya.
”Halo...Halo....,halo..ulbareta, ulbareta?.”suara itu kembali memanggil-manggil namanya.
”Halo... ulbareta. ’iya. jawab Marea ulbareta hoki seadanya, ia terus menangis tak kuasa.
”ulbareta jangan menangis. Aku tidak akan meninggalkan kamu ulbareta. Tapi kita tak seperti dulu lagi ”
            Ucapan Koshosi kuter mengiang-ngiang di ruangan air mata itu. Aku memang sadar kalau suatu saat harus menerima kenyataan ini. aku tahu kalau kamu itu sudah punyak pilihan, aku sadar sebelum ku ungkapkan perasaan ini segala resikonya, kau punyak nama besar di antara teman-temanmu. Aku tahu kalau kamu akan dinggap penghianat oleh adik asuhanmu jika ini terdengar mereka. Tapi perasaanku tak pernah bohong aku selalu merindukan kamu. ingin setiap detik bersamamu. Bagiku hidup ini milikku dan milikmu. Bahkan aku tak peduli kau punya pacar Sundewi key. Aku tak merasa berdosa sama dia.”berapa alasan sudah ku dengar dari Koshosi kuter tentang kenyataan yang terjadi ini. Baik itu namamu yang akan terfitnah, tak dihargai, tak di takuti oleh penggemarmu.
            ’Selama ini hidup dengan  Sundewi key menjalin cinta sekian tahun, hanya gara-gara persoalan harus ku lepas. Ia sudah berusaha melepas konflik dengan Sundewi key tapi Sundewi key masih menganggap butuh dirinya.
            Koshosi kuter tidak tahu harus berbuat apa, ia seakan tak sadar apa yang sedang di uacapakan kepada Marea ulbareta hoki. hatinya tidak ingin menyakiti. Hati yang paling dalam nama Marea ulbareta hoki sudah kutanam sejak dulu. Koshosi kuter berusaha menghapus, memaksa tidak terpikat wajah cantik Marea ulbareta hoki. ’Aku sudah milik Sundewi key. Tidak boleh aku jatuh lagi pada Marea ulbareta hoki, Tepisnya kala pertemuan pertama  besama ulbareta. Hari-demi hari hubungan cinta bersama Sundewi key ibarat suami-istri cuman tinggal kasihan doang. Sundewi key itu yang melepas kejenuhan di hari-hariku
”Sundewi key juga manusia. Ia perempuan tak ubahnya asmara yang meletus-letus untuk menunjukkan kasih sayang padaku ia buktikan atas kecemburuannya. Ia lakukan diluar dugaankku, kadang membunuh nuraniku di mata kawan. Tapi aku tetap memahami jalan Sundewi key manusia yang patut di hargai.”
            Ternyata benar tak semua orang akan sabar alam  hidup. Akupun kewalahan. sifat kecembuanya yang terlalu bercita-cita. Ia tak pikir kalau aku ini juga manusia mau berinteraksi dengan adik-adikku di kuliah, kepada teman-wanita yang menginginkan harmoni dari saranku.
Pikiran dan hati sudah mulai jenuh!
Entah kenapa hubungan persahabatan yang hanya sekedar menyapa tiap hari lewat huruf jariku ”gmana kabarnya ulbareta?” sdang apa ne ckg?” uda maem lum?” kenap gak bobok, gak ngantuk apa?” aku punyak cerita ne um9?”tanpa maksud kalimat-kalimat itu melanjutkan takjubku pada paras wajah Marea ulbareta hoki. Hingga aku mulai paham, ternyata banyak manusia yang lebih arif menyampaikan dongengnya. Kasih sayang Sundewi key hanya banyak mengandung senjata pembunuhan padaku. Sedang Marea ulbareta hoki, hanya lewat kalimat satu saja yang ia tulis hatiku sudah di hargai apalagi ketika bersama, betapa bahagiakah?pikirnya.
            Karena berdua sudah kagum. Akhirnya sudah mendudukkan perasaanya tanpa berdiskusi panjang.” aku dan Marea ulbareta hoki berpacaran. Ngajak ngapel. Jalan-jalan sekedar ngilangin humor berdua”
            Terpaksa hati ini ku belah untuk Sundewi key dan Marea ulbareta hoki.
Koshosi kuter ungkapkan apa adanya, bahwa ia sudah punyak Sundewi key tapi ia tak mau membunuh hatinya ia mencintai Marea ulbareta hoki. Hidup terasa lebih gampang bersama Marea ulbareta hoki. Karena ketika berpikiran Sundewi key yang terbayang hanya kejenuhan, dan pembunuhan.
            ”biarlah  Sundewi key urusanku nanti. Yang penting hati ini menemukan ketenangan bersama Ulbareta” pilihnya.
***
            PAGI layaknya sayembara api yang mendinginkan perasaan ini. Tak kutatap belada di luar jendela, karena akan menyakitkan hatiku saja. Embun di pelataran genting setiap kali menyapa perasaan ini. Sabarlah ulbareta.”aku hanya menagis sedih. Bagaimanapun hati seorang wanita merasa sakit atas perginya Koshosi kuter demi Sundewi key dan popularitasnya.
            Salament Ulbareta, adik Marea ulbareta hoki selalu mengingatkan agar tidak larut dalam kesedihan ini. Sebagai adik ia merasakan kekuatan Cinta sang kakak. Ia berusaha menghibur kakak tercintanya.”Dik. Apa arti popularitas, begitu pentingkah ?”tanya Marea ulbareta hoki tiba-tiba di sela-sela adiknya menghibur hatinya yang sedang patah hati ini.
Tentu. Salament ulbareta yang tengah SMP itu cengang mendengar pertanyaan kakaknya. Ia diam berapa saat lamanya. Bengong. Matanya terarah ke wajah sang kakak.”penting. Tapi dengan cara tidak mengorbankan orang lain”.Entah kenapa Marea ulbareta hoki merasa penting melanjutkan makna popularitas itu kepada adiknya.”teruz, apa yang didapat dari popularitas itu sendiri, dik?
”Nama Besar yang akan membangun, dan ia akan mudah merobah ”. Adik tanpak profesional menjawab pertanyaan Marea ulbareta hoki. ”membangun dan merubah dalam hal apa?” tegas Marea ulbareta hoki mengenai makna merobahnya. ”apa yang dimiliki dan apa yang ia lihat”.
”apakah popularitas itu dapat menjamin masa datang atau masa tua?”
”ya. Tapi kalau merugikan orang lain tidak akan lama lagi pasti berakhir. Jadi biarkan berjalan apa adanya”
”maksudnya yang merugikan yang mana tu, truz kenapa banyak orang mengejar popularitas?”
Menghilangkan, menyakiti, atao membunuh. Tapi kalo berjalan apa adanya, tanpa menyakiti tadi.”
”Sesungguhnya popularitas itu awalnya di kenal, di hormati, dipuja, sampe ditakuti, semua manusia pasti berjalan menuju rumah tangga popularitas. Tegasnya.’teteh kenapa nanya popularitas ke adik sih? Tanya fauzan ceruga.’jangan..jangan teteh lagi....
”ngak apa-apa kok, sekedar nanya doang sama adik.” sanggahnya untuk menghilangkan pandangan adiknya ke arah yang ia maksud.
Marea ulbareta hoki tak nyangka kehebatan adik ternyata bisa dijadikan tempat bertanya ketidak puasan tentang perasaannya yang masih sakit. Ia semakin percaya semua makhluk di dunia ini sedang berjalan ke arah sana. Benar ucapan Koshosi kuter sewaktu bersama selalu menyilangkan waktu tentang popularitas. Nama besar akan tumbang hanya komitment yang tidak konsisten. Tapi kenapa perasaanku tidak pernah ada dalam buku literasi popolaritas Koshosi kuter, atau popularitas hanya berarti selain nama besar perasaanku tengtang dia. Ah, aku semakin bingung antara popularitas dan literasi perasaan cintaku.
Nama-nama senja tentang Koshosi kuter tidak mudah ia lupakan meski waktu dan hari beranjak tua. Bagaimanapun nama Koshosi kuter dan Sundewi key ia simpan di jalan panjang yang sewaktu-waktu Marea ulbareta hoki lewati. Dalam keterpaksaan ini dirinya tak sanggup memilih seperti Koshosi kuter waktu bilang ia memilih kepastian cintanya. Aku masih penasaran tentang perasaanku sama dia, dalam hati tak kuasa memalingkan dia ke laki-laki lain, apalagi memilih sampai membohongi  perasaan. Ia sudah bertemu dengan pilihan Koshosi kuter, Sundewi key. Tanpa menanyakan status, nama Koshosi kuter di hatinya?. Ia sendiri menceritankan bahkan Koshosi kuter memang selalu mendengungkan mimpi-mimpi indah tentang popolaritas. Sundewi key yang di putuskan jadi plilihannya sekarang, ternyata merasakan penderitaan yang sama, perasaanya tersakiti, bahkan sudah terbunuh. Padahal dalam hati Sundewi key tidak ada kamus arti popularitas yang sesungguhnya selain deretan nama Koshosi kuter sebagai kekasih. Marea ulbareta hoki paham apa yang dirasakan hati Sundewi key sekarang. Ia sangat berharap perhatian, kasih sayang dari Koshosi kuter, tetapi Koshosi kuter lebih memilih menyakitkan. ternyata benar literasi perasaan dalam buku popularitas tidak pernah ia dimasukkan.
Sampai akhirnya Marea ulbareta hoki memilih pilihan terbaik untuk menghindar dari penglihatan Koshosi kuter, ia pindah ke moskow. Harapan Cintanya yang sudah di pajang dalam amperan panjang hanya menjadi tangisan tiap waktu di Pagi hari.
kini Marea ulbareta hoki berusaha memadamkan sendri!.
Samsul arifin; Lahir di Kangean
           

Kamis, 06 Mei 2010

SAHRIA




Di senja ini kebahagian masih terlihat di wajah Sahria. Meski ia harus hidup sekuat tenaga bersama emik dan adik kecilnya. Hidup jika tidak di sukuri maka tidak berarti apa-apa, begitu ucapnya setiap di tanya temen-temen sekolah
Sahria memang bercita-cita tinggi. Meski pekerjan emik tak mencukupi kebutuhan sekolah, ia rela mengalah tidak jajan disekolah. Uang yang dikasih emik ia buat tabung buat masa depan nanti.
Sekolah dan bekerja bagi Sahria tidak ada bedanya. Usai sekolah ia pergi membantu emik ke rumah tetangga mengambil pohon kelapa untuk di buat minyak goreng. Hidup di desa memang tidak terlalu susah karena orang-orang mempercayai gotong-royong, orang-orang mempercayai hidup bertetangga. Tetapi bukan berarti hidup kita tergantung mereka, tidak!.itu namanya orang malas. Malas  dibenci agama dan akan sengsara.
”nak, sebaiknya kamu belajar saja jangan ikut emik. Aku mampu ko’ bekerja membiayai hidup kamu. Sudah sana?”cegah ibu tatkala Sahria ganti baju ingin pergi membantu.
“ngak apa-apa ko’ mik.belajarku ngak terganggu sama sekali. Aku ingin berbakti dengan cara membantu, boleh ’kan ?”. ia memang tak pernah lupa membawa buku kemana aja, setiap ada kesempatan ia luangkan sejenak membaca. Karena menurutnya balajar tidak harus di rumah tetapi dimana saja ada waktu. Sahria di samping semangat bekerja namun ia rajin membaca, mengkin benar kalau orang rajin baca suatu saat akan pandai dan lebih luas wawasannya.
Sebenarnya orang tua tidak tega melihat Sahria bekerja karena ia masih kecil dan tak pantas di bebani pekerjaan, akan menjadi beban. Tapi ibu merasa bangga selalu berada disampingnya terus menemani, jadi meski ibu lelah  ia tidak pernah putus asa, justru lebih semanngat.
Ibu ambil titipan buah kelapa yang menjadi pekerjannya sehari-hari. Ia tempas, lalu ia kelola jadi minyak goreng. Upah dari Hasil  pekerjaannya itu setiap hari RP 5000 kadang tidak pasti, kalau buah kelapanya lagi banyak kadang di kasih Rp 10.000. kalau di pikir-pikir uang 5000 untuk belanja sangat tidak mencukupi manalagi jajan Sahria terutama adik kecil yang masih Teka A.
Rizeki itu urusan yang kuasa di langit yang penting hambanya berusaha. Bayangkan setiap hari ada saja pesanan dari tetangga untuk dibuatin minyak goreng, apalagi misalkan ada perkawinan sampai tiga gerobak bahkan lebih. Sahria biasanya membantu menyiapkan kayu, membantu memeras, menjaga kelolaan sampai jadi minyak.
”Ria(pangilan akrabnya), cita-cita kamu nanti apa sih ?”tanya imamah temen akrab di kelas.”ko’ kamu kelihtan semangat sekolah, pinter lagi!”puji Iim
”emang aku keliatan semangat apa..?”tanya Ria pura-pura.”eh kamu.aku nanya malah kagak ngerasa sih ”Iim makin geli ama jawaban Ria itu.”ngak aku serius banget nih, Ap sih yang ngebuat kamu semangat terus plis ceritain dong,ya...ya”paksa Iim memohon di depannya. Melihat Iim serius banget. Ria pun bercerita ama temen-temen akrabnya itu.
”sebenarnya sih hidup ini aku belajar dari emik, bayangkan ia hidup harus menanggung nasib kesana-kemari. itu ’kan cobaan tuhan apa emang keuargaku tabah. Jadi ngapain aku harus bingung dengan keadaan begini. Tapi bagi aku semangat terus meski harus berperang kesana-kemari ”lagian kalau hidup tidak dijani apa adanya berarti kita magk sukses, ya ngak!. Mumpung masih anak-anak kata ibu harus rajin belajar, semangat terus jangan sampai luntur kejar terus cita-cita meski harus kebintang.
Iim sangat kagum apa yang di jelaskan Ria barusan, dirinya harus semangat belajar apalagi masalah harta mama dan papaku kelebihan. Kalau kita lalai dan menyia-nyiakan hari ini pasti besok tidak akan sukses. Teman makasih ya aku pengen seperti kamu hidup semangat tak pantang menyerah. Imm berdiri membayangi hari esok kedepan jendela’pokoknya mulai hari ini Iim tidak boleh menyia-nyiakan waktu.
”yuk kita keluar sebentar ”ajak imm.”mau kemana sih”tanya Ria memegang tangan imm yang menyeret keluar.”udah. Tenang aja entar tak jelasin.oke”Riapun akhirnya mengalah nunut kemana ia akan ibawa temennya ini, sampai di warung kecil tanpa tanya-tanyadulu ia mengambil camelan, ia bayar. Nah kamu baru tahu ’kan kalau aku pengen beli-beli jajan. Makan yuk, ajak Iim. Ayo dong makan ya.
Bel berdering pertanda masuk. Anak-anak akhrnya masuk kelas.
Tabungan Sahria ternyata sudah lumayan banyak. Kemaren Om yang dari jawa datang ke kampung. Menurut cerita emik adik kandungnya itu sudah lama merantau ke jawa dan kawin ama tante kebetulan temen sekerjanya, Ompun menetap di jawa. Omku lumayan orang berada sekarang. Kebetulan ia pulang kangen ama emikku sekalian pengen jenguk makam eyang. Selama satu minggu Om di kampung tidak bisa lama-lama karena harus ngurus pekerjaannya dijawa. Aku cerita ama Om kalau aku pengen sekolah di jawa nanti, aku pengen nabung yang banyak dulu untuk persiapan. ternyata ketika Omku  pamitan tabunganku di isi duit yang banyak, aku sangat bangga banget tabungan sudah bertambah banyak.
            Banggaku ini ingin rasanya aku ceritain ama Iim tapi aku takut dibilang pamer, lagian imm  ’kan sudah kaya, paling tidak ia akan ketawa aja ngedengar ceritaku. Kutahan cerita ini dalam penak ini.
”Ria, sekarang aku udah mulai tabung juga ne. Ya aku nyontoh kamu. Meski papaku kaya aku ngak mao boros. ’kan kata mama kaya itu cobaan siapa tahu nanti sore papaku bangkrot, ya perusahaan papa lagi gulung tikar gitu”curhat imm. Ria ngak nyangka kalau imm jadi gini padahal dirinya ngak pernah ngajak, palagi pernah ceramah, perasaanku malah imm yang sering ngajak aku cerita banyak tentang aku dan masa depan dari anak  kelapa
            ”kenapa emik ngak pernah cerita ke aku tentang papa sih”tiba-tiba Sahria bertanya soal papa yang emang ngak pernah ibu ceritakan selama hidup. Apa bapakku benar meninggal atau masih hidup. Meki aku selalu bareng ibu kemana-mana, ngebantu kesana-kemari atau jangan-jangan papa lagi di deket lingkungan kita lagi mantau dan keberadaannya untuk dirahasiakan. Sahria sering bertanya-tanya soal itu sekarang. Ibu hanya diam tak menjawab apa-apa, kadang cuman tersenyum. Kadang hanya jawab oh,tentang papamu, nanti aja ya kamu masih kecil, nanti pasti emik ceritakan semuanya. Yang penting sekarang kamu sekolah dulu, rajin belajar.
            Keberadaan papanya ini selalu meresahkan bahkan membuat iri pada temen-temen yang setiap saat diantar papanya, cerita-cerita mengenai keinginannya pada sesuatu di toko kecil. Ya tuhan andai aku lagi bereng papa sekarang aku pasti cerita mengenai tabunganku, pikiran Ria melayang tinggi bersama papanya. Ah tidak mungkin aku tidak punyak papa sekarang, segera ia cegah khayalannya itu.
            ”he...ternyata lagi ngelamun”gertak imm.emang ngelamun apaan sih ko’ aku lihat mulai tadi diam aja.”ngak ada apa-apa ko’”jawab Ria,ah kamu ngageten aku segala. gimana tabungan kamu udah banyak, tanya Ria menghilangkan topik ngelamunnya itu. karena ia malu mau cerita tentang papanya ke imm
”oh iya aku hampir lupa ne. Ne ada undangan buat ulang tahunku besok, hadir ya plis..”imm menyodorkan sebuah kertas .”insyallah aku usahain”.

***
            Sahria kini sudah melanjutkan SMP sedang temennya imm melanjutkan ke jakarta, dia tinggal di rumahnya sendiri di sana karena papanya seorang pengusaha di jakarta. Ria memang tidak tertarik sekolah di jakarta ia lebih senang deket emik, ngebantu meringankan pekerjaan ibunya setiap hari. Tiap hari membantu orang tua, sekalian nabung untuk masa depan nanti. Awal berteman dengan temen baru sangat kaku. Takut salah tingkah, menjaga perasaan. Ria ayo gabung yuk temenan kita, ajak Rini mendekatiku akhirnya aku kenalan dengan kelompok Rini.
” Ria aku boleh ngak ikut kamu sekarang. Ria diam tak menajawab apa-apa. Boleh kan. Udah kamu jangan pikir, aku tau kok kamu pasti ngelarangku ikut karena rumah kamu jelek ’kan, karena kamu miskin. Itu kan yang sudah dipikirin sekarang, tebak Rini. Oh ngak kamu boleh ikut aku sekaarang. Nah gitu dong. Yuk naik di belakang. Suruh Rini naik boncengam dibelakngnya. Sepeda rini segera melaju menuju rumahnya.
            ”Assalamualaikum, emik aku datang. Rini mulai kagum dengan etika Sahria, ia tak lupa membudayakan salam, sangat tatakrama pada orang tua.
            Waalaikum salam, eh emik baru selesai meres minyak di dapur. Minta maaf ya neng ibu mulai tadi ngak bukain pintu.
            ”ngak papa ko’ bu. Munngkin aku yang minta maaf karna ganggu. Udah masuk kedalam dulu, ajak ibu Ria.
            ”ya begini neng rumah nak Ria. Kumu, sudah reot. Sambil menyuruh makan suguhan yang baru datang. Silahkan neng. Makasih bu.
            Sahria tidak pernah patah semangat hanya gara kehidupan yang sudah di gariskan tuhan. Yang penting berusaha, pasti tuhan akan memberikan jalan. Berjalan kesekolah bukan kendala untuk bolos. ”kalau aku berjalan berarti aku belum punyak rezeki membeli sepeda. Justru aku lebih semangat. Ia berusaha sabar menjalani hidup. Terkadang di sekolah masih saja ada yang mengejek anak yang tak tau kemana bapaknya. Ia tak mau peduli masalah itu yang penting ia sekolah sama dengan mereka.
***
Tiga tahun kemudian, Sahria tamat sekolah. Perpisahan kemarin di sekolah adalah pertemuan terakhir kalinya. Seluruh murid yang ada di ruanagan tak kuasa menahan tangis ingin berpisah, melepas air mata dengan para guru. ”Terima kasih guru-guruku. ”Semoga ilmumu beramamfaat. Sahria tak kuat menahan tangis saat memeluk Rini dan teman akrabnya selama sekolah di SMP ini.
            Teman-teman akrabnya melanjutkan SMA kejakarta, sebagian di Surabaya. Sahria tetap memutuskan sekolah di kampung sendiri, ia ingin membantu emik di rumah. Emikku sendiRian, kalau ada apa-apa siapa yang akan menolong. Sebantar lagi adik sekolah SMP juga.
” nak kamu sudah remaja sekarang. Sesuai janjiku, emik akan memberitahukan siapa sebenarnya kamu, dan siapa bapak kamu. Ria kaget saat ucapan emik tentang bapaknya.
” ya sekarang sudah waktunya akan aku buka terang-terangan.
”maksud emik?”tanya Ria tak paham kata-kata yang di maksudnya.
”untuk sekarang sebaiknya kamu malanjutkan sekolah ke jakaarta saja” suruh emik ,ia memastikan ucapannya itu pada Ria.
”memangnya ada apa emik di jakarta. Lalu emik di sini bagaimana?
”sudah kamu percayaa saja sama emik. Besok om Burhan akan mengantar kamu ke Jakaarta. Dimana kamu akan sekolah, dimana kamu akan bertempat tinggal. Sekarang sudah malam sebaiknya kita istirahat.
”enggak aku ngak bisa ninggalin emik sendiRian. Ria menolak perintah emik ini. Emik kemabali berdalih, ’kan ada adik kamu disini yang akan menemani emik. Tapi aku benar ngak bisa ninggalin emik begitu aja.
            Pagi mentari muncul dari arah barat menyapa tanaman di muka. Ia tak tak pernah ingkar menyepakai janjinya. Pagi itu juga emik mempersiapkan baju-baju Ria yanga akan di bawa hari ini. Om burhan datang, gimana sudah siap, Tanya om. Ria tak kuasa menahan air matanya ia benar-benar harus ke jakarta waktu ini juga tanpa di temanai emik. Pokoknya aku ngak mau om. Cegah rini setelah om mengajak Ria berangkat. Kenapa Ria, ayuk kita berangkat bujuk burhan”ini sudah jam 8 lewat nanti kita kemaleman nyampek disana.om burhan tak henti-henti membujuk keponaannya itu. pokoknya aku ngak mau om.
            ”kecuali ibu juga ikut kejakarta sekarang. Ria tiba-tiba memberi syarat hari ini. Mendengar ucapan itu emik  juga om burhan berhenti memaksa Ria. Mereka diam, saling menatap wajah kakak saudara perempuanya itu. Iya sebaiknya perkataan Ria ini juga di ikuti, kata om membenakan supaya kakanya ikut kejakarta hari ini.
Setelah lama berpikir panjang akhinya emik mengiyakan syarat ananya bersama-sama ke jakarta hari ini, demi kepastian atas apa yang di beritahukan kapada anaknya.mereka berangkat pukung 9 lebih 3 menit.
            Sampai di jakarta. Ia langsaung menuju alamat rumah dimana orang yang ia maksud tinggal di JL gatot subroto no 34 Jakarta, alamat itu ia kasihkan kepada sopir. Mobil berhenti tepat di jl gatot subroto no 34. ini alamat yang ibu maksud, sopir mempersialhkan. Makasih pak. Sama-sama bu.
”Ibu memandangi gedung-gedung menjulang di depannya. Om burhan memencet bel untuk masuk ke rumah besar itu. Berapa menit kemudian orang perpakaian putih muncul. Sedang cari siapa pak. Bapak ini siapa, tanya satpam kepada om Burhan. Bapak Suptiyadi Nogroho kuncoro ada ya bapak. Oh ada kebetulan dia tidak ngantor malam ini.jawab satpam tersebut, silahkan masuk, monggo kedalam tak antarkan. Setelah agak lama mutar-mutar akhirnya sampai dan......
Tubuh gagah berdiri memandangi lukisan dinding di gedung rumah besar itu. Tersentak bapak seketika melihat tamu datang yang tak asing, sinta.........,kamu...kenapa...dan dua perempuan ini siapa sinta......bapak Suptiyadi Nogroho kuncoro kaget. Ia Menyangkah dia anak kandungnya. Dia ’kan anak kita sinta.....” bu sinta hanya diam tak menjawab apa-apa. Ia masih menyimpan kekecewaan pada mantan suaminya itu. Kenapa diam kalian ayo ngomong sama aku mereka siapa dik burhan, dik sinta..ayo ngomong, pasti mereka Sahria Nogroho dan dia... anak kita kan’ iya kan.
            ”kedatanganku sesuai permintaanmu dulu’ akan mengembalikan Sahria kepadamu, ucapan emik  membuat Sahria bingung. Dulu kau meninggalkan aku setelah mengandung benih anakmu yang kedua bajingan. Kamu lelaki yang jahat Nogroho, ibu mengeluakan kekesalannya sampai puas. Sekarang terserah kalian yang penting aku tidak punyak tanggung jawab. Terimakasih. Ibu sinta dan om beserta sinta Nogroro bergegas dari rumah itu. Emik jangan tingalkan aku. Ria mengjar mereka sampai di depan pintu begitupun Nugroho. Tunggu...tunggu. om burhan, ibu sinta menghentikan langkahnya. Kalian salah menilaiku. Sebaiknya aku jelaskan dulu kenapa aku meninggal kalaian semua.
            “aku memang salah kepada kalian. Tapi tentang perkawinanku sama linda belum jadi karna linda tidak mau dan ia meninggal akibat tabrakan mobil di Singapore. Dan perusahaanku, rumah ini pembeRian Bos kakak linda dengan Cuma-cuma karena tidak ada keluarga yang bisa di wariskannya.
”terserah kalian yang penting apa yang aku ucapkan benar adanya. Dan bisa kalian buktikan. Tolong kembalilah bersamaku sinta, aku sangat mencintai kamu, tolong sinta.
”emik, om, adik ”Ria memohon untuk kembali bersama bapak lagi. Emik.om burhan boleh benci pada bapak tapi tolong besarkan hati kami, tolong emik, om. Aku ingin bersama keluarga emik dan bapak. Tolong besarkan hati kami seperti teman-teman Ria. Akhirnya sinta memharbur kepelukan bapak ia tak kuasa menahan tangis. Om merasa bahagia karena emik tidak menjanda lagi.
            Kami hidup bahagia bersama keluarga, bapak Suptiyadi Nogroho kuncoro, emik sinta, adik Sinta Nogroho. Menetap selamanya di jakarta sampai aku lulus kuliah kedokteran bersama adik Sinta Nogroho di Jepang. Aku Berjumpa dengan temen-temen kampungku di kota yang sama ini. Mereka sama-sama sukses sekarang!






05-05-10
Samsul arifin; Cerpenis  tinggal di Kangean Saobi sumenep

















                                     

Senin, 26 April 2010


POLO Imigran
Malam meranjak mengelilingi sungai perkampungan diman aku berdogeng bersama sahabat lama. Ifan malam itu menyimpan segudang cerita dari negara malasyia. Sayang cerita ini tak pernah di bukukan oleh pendengar ruangan. Di kampungku pemuda banyak bercita-cita negeri jiran, melihat desa bergelantungan cagar emas. Katanya ini hasil dari tulan rusukku. Ifan sangat lama bercerita. Tak terasa dari sekian cerita yang di keuarkan kongko’ ayam betina mulai berkotak-kotak seakan ia menunjukkan kebenciannya sendiri dengan cerita yang di aami pekerja kasar di luar negeri.
            ”bang, kemana emik ”tiba-tiba suara muncul di belakang telingaku. Cerita menjadi terpotong. Aku dan ifan menoleh ternyata adik kecilku, aku dekati ia. Malam tak terlalu dingin. Bang mana emikku, entah kenapa tiba-tiba adik selalu berseru tentang ibu yangsudah lima tahun lebih pergi meninggalkan aku dan adik ke jiran. Ia menangis karena tak ada jawaban dari aku. Adik berlari sekuat tenaga ke tembok hingga menghilang di sudut rumah kumuh. Ansugn akubuntuti kemana larinya, sepertinya dia menyendiri di bawah atap kandang.
”dik ayo puang, ini masih malam”ajakku bohong biar ia pulang. Kata teman abang kemarin disini ada maling mencuri ayam. Aku menakut-nakuti supaya ia cepat pulang kerumah . temenkuifan membantu mengajak adik puang, udah yangpenting tidaktanya itu lagi” terpaksa kamipun menunggu kapan adik mau diajak pulang.
            ”fan, apa benar emikku mati di sana karena disiksa majikannya”. Ifan diam. Ia hanya menganggukkan kepala kedua kalinya. Kenapa kau bisa selamat, tanyaku kembali ingin yakin.”aku ini laki-laki tidak jadi pembantu, mangkanya bisa melarikan diri lewat kalimantan”kalau perempuan kan kadang diperkosa, disiram, bahkan dibutuh. Kaau disana untuk rang indnesia sama dengan bintang liar. Warga laki-laki saj kadang di tipu.
            Kalau hidup di negeri orang itu kita harus berjuang sendiri, kapan kita disiksa itu artinya kita akan mati. Tidak ada yang mau peduli meski negara ini kaya karna aku, kata ifan sedih. Terakhir siksaanku waktu disiram timah aku baru bisa melawan dan aku terpaksa membunuh bosku. Usai peristiwa itu aku sudah berjanji sama ibu aku tak mau lagi bekerja kenegara barat. Aku ini ’kan hanya motor pemerintah yang bukan digaji tanpi di gaji kayak ada cerita orang miskin menggaji orang kaya. Aku semakin benci melihat negri ini,coba bayangkan aku dan temen di punguti pajak secara iklas tapi di korupsi besar-besaran.
            Kalau soal duit di negara kita mah aktornya, tapi kalau kepedulian hanya sebatas bibir antar pers dan lembaga Ham serta lembaga taikucing itu, coba bayangkan mana ada yang peduli. Wong aparata sendiri konflik melulu, mereka cari kesalamatan sendiri . kalau ada yang masih peduli kita harus tandai berarti mereka akan naik pangkat,atau baru saja di angkat mak president. Tetapi habis tiga bulan sampai lima bulan mereka akan cuci tangan. Paling sibuk mengorek-ngorek kertas berapa gunung anggaran perut aparat.
            Pagi ternyata menyapaku, tapi adik masih tak mau pulang. Terpaksa ia kurangkul kuangkat bareng ifan ku bawa pulang .
”aku ngak mau. Aku gak mau......”
            ****
Kebahagian musim hujan terasa sangat indah bagi anak kecil di desa terutama orang tua setengah petani ladang setengah laut. banyak saudraku pulang dari negeri tetangga untuk menikmati musim hujan, disamping mereka bertani meski tidak berhasil di musim itu,minimal setelah di tinggal ke malasyia keluarga di rumah tidak repot mikirin beras apalagi tengkar gara-gara isi pulsa yang di habiskan. Di musim sakit(biasanya anak kecil sering sakit-sakitan)bercampur aduk dari merauke ke angkasa luar negeri. Meski kaum perempuan desa memproklamasikan kecantikannya di rumah, tetapi akan lain lagi cerita saudaraku dari negeri jiran malasyia.
            Di dusunku ada budaya aneh terus, ketika ditinggal suami pergi kemalasyia perempuan mempercantik diri, kadang menjual diripu ada. Pakai baju singset, dan kebaya serba-serbi parfum. Agama tak pernah perempuan pedulikan kecantikannya padalah agama sangat menyayangan kecantikan untuk suami sendiri. Eh ternyata setelah suami pulang tiga minggu lagi si istri wajahnya terlihat kusam, lesu.bagai pengamin tak kenal sorga. Ternyata keccantikan peremuan hanya kekosongan suami. Entah apa emang benar serbuan kebebasan perempuan seorang wanita jika haknya sama dengan laki-laki, apa hanya gara-gara lakinya si istri tidak kreatif lagi? Padahal aku tidak jarang lihat bu summi tiga anak itu kreatif ketimbang anaknya di pesantren, kalau misal berjalan dari belakang bu summi kelihatan masih perawan. Bahkan ifan sampai sekarang masih menaruh seks padanya. Tangah malam ifan mematai-matai ranjang bu summi dan aku ngerayu rang yang jaga kampung sekitar, ku kasih rokok mereka supaya mulunya ngak komentar. Aksipun damai. Ceritanya ifan tidak sempat membuka celana dalam bu summi karena CD-nya berlipat tiga, oh ternyata bu summi kreatif benar..!. ifan cuman mendaki bukit ketinggian milik bu summi yang sering membiarkan angin laut menyapanya. Aku sangat percaya cerita ini, soalnya bau bukit itu asih tersisa di tangan ifan. Seru’kan ketimbang kerja jadi imigran kadang hanya bermimpi ingin memeluk istri,seru ifan sampai ludahnya kubiarkan mencret-muncrat ke wajah.
            Sekolah saja tidak ada yang menyiapkan siswa tidak berani  ke malasyia. Justru peajaran ipa, ips, matematika itu hanya angka hitungan spp saja bukan menghitung berapa gaji aku kaau kerja di indonesia, atau sudah mampu masuk keraja pabrik dengan upah seayaknya. Sekaah sama saja menumpuk pengangguran.
            Di sawah, masyarakat panen panjang. Orang ramai ketimbang di sekolahan, kecuai bagi perempuan yang lakinya tidak pulang di musim hujan.
”sam(panggilanku)ketimbang susah payah pergi merantau mending di desa aja jadi rang terpuruk”
”apa gila?”maksudku
”oya kan kau masalah di luar negeri tidak ada yang tanggap, mereka cuman senang mewarnai tv, tapi kalau di desa sendiri saudara kita tidak tinggal diam. Atau jika mati mayitkumasih di urus tetangga”
”bena juga fan”pikirku menjawab ide ifan yang blak-blakan.
”gimana sam aksi nanti malam, sudah siap!”
”yang penting kau jadi penegonya saja ”rayunya
”okelah kalau begitu”jawabku pasti. Rencana aksi malam terus di gencarkan bersama ifan sampai ifanpun terpikat ama janda kekasihnya. Setelah menikah ia bertbat seamanya.
***_2011
Setiap daging yang keluar dari rahim perempuan desa selalu di adzani afad imigran. Entah apa ini akan menjadi budaya di kampungku, semua orang tutup kuping!
(_antara saobi-cellong)

Samsul arifin;saobi kangean kuliah di STITA sumenep.