Senin, 17 Mei 2010

Sepotong Cinta

“Aku tidak tahu menggambarkan perasaanku sekarang Ulbareta. dalam hati tidak secuilpun ingin melepasmu. Tapi bagaimanapun kenyataan ini harus aku pilih, antara kau dan Sundewi key. Kalau aku mendua apa kata teman, sedangkan aku ini sangat malu bicara dalam Kepopularitasanku dalam sebuah kumpulan ini. Mereka bilang senior, mereka menganggapku gugu-guru mereka yang harus tidur dalam ucapan yang selalu kulontarkan” Koshosi kuter memilih kalimat supaya tak terlanjur menyakitkan Marea ulbareta hoki.
            Marea ulbareta hoki hanya bisa nangis mendengar suara perih itu dalam saluran Hp. Tak bisa ia bayang orang yang ia harap akan selalu berada disampinnya. menemani mimpi-mimpi tidurnya. Kini harus menerima kenyataan pedih bahwa hidupnya yang setiap saat bahagia dilanda petaka harus memutus cinta kasihnya bersama Koshosi kuter.
            Ia paksakan mendengar kalimat-kalimat itu terus. Air mata membasahi pipi cantiknya.
”Halo...Halo....,halo..ulbareta, ulbareta?.”suara itu kembali memanggil-manggil namanya.
”Halo... ulbareta. ’iya. jawab Marea ulbareta hoki seadanya, ia terus menangis tak kuasa.
”ulbareta jangan menangis. Aku tidak akan meninggalkan kamu ulbareta. Tapi kita tak seperti dulu lagi ”
            Ucapan Koshosi kuter mengiang-ngiang di ruangan air mata itu. Aku memang sadar kalau suatu saat harus menerima kenyataan ini. aku tahu kalau kamu itu sudah punyak pilihan, aku sadar sebelum ku ungkapkan perasaan ini segala resikonya, kau punyak nama besar di antara teman-temanmu. Aku tahu kalau kamu akan dinggap penghianat oleh adik asuhanmu jika ini terdengar mereka. Tapi perasaanku tak pernah bohong aku selalu merindukan kamu. ingin setiap detik bersamamu. Bagiku hidup ini milikku dan milikmu. Bahkan aku tak peduli kau punya pacar Sundewi key. Aku tak merasa berdosa sama dia.”berapa alasan sudah ku dengar dari Koshosi kuter tentang kenyataan yang terjadi ini. Baik itu namamu yang akan terfitnah, tak dihargai, tak di takuti oleh penggemarmu.
            ’Selama ini hidup dengan  Sundewi key menjalin cinta sekian tahun, hanya gara-gara persoalan harus ku lepas. Ia sudah berusaha melepas konflik dengan Sundewi key tapi Sundewi key masih menganggap butuh dirinya.
            Koshosi kuter tidak tahu harus berbuat apa, ia seakan tak sadar apa yang sedang di uacapakan kepada Marea ulbareta hoki. hatinya tidak ingin menyakiti. Hati yang paling dalam nama Marea ulbareta hoki sudah kutanam sejak dulu. Koshosi kuter berusaha menghapus, memaksa tidak terpikat wajah cantik Marea ulbareta hoki. ’Aku sudah milik Sundewi key. Tidak boleh aku jatuh lagi pada Marea ulbareta hoki, Tepisnya kala pertemuan pertama  besama ulbareta. Hari-demi hari hubungan cinta bersama Sundewi key ibarat suami-istri cuman tinggal kasihan doang. Sundewi key itu yang melepas kejenuhan di hari-hariku
”Sundewi key juga manusia. Ia perempuan tak ubahnya asmara yang meletus-letus untuk menunjukkan kasih sayang padaku ia buktikan atas kecemburuannya. Ia lakukan diluar dugaankku, kadang membunuh nuraniku di mata kawan. Tapi aku tetap memahami jalan Sundewi key manusia yang patut di hargai.”
            Ternyata benar tak semua orang akan sabar alam  hidup. Akupun kewalahan. sifat kecembuanya yang terlalu bercita-cita. Ia tak pikir kalau aku ini juga manusia mau berinteraksi dengan adik-adikku di kuliah, kepada teman-wanita yang menginginkan harmoni dari saranku.
Pikiran dan hati sudah mulai jenuh!
Entah kenapa hubungan persahabatan yang hanya sekedar menyapa tiap hari lewat huruf jariku ”gmana kabarnya ulbareta?” sdang apa ne ckg?” uda maem lum?” kenap gak bobok, gak ngantuk apa?” aku punyak cerita ne um9?”tanpa maksud kalimat-kalimat itu melanjutkan takjubku pada paras wajah Marea ulbareta hoki. Hingga aku mulai paham, ternyata banyak manusia yang lebih arif menyampaikan dongengnya. Kasih sayang Sundewi key hanya banyak mengandung senjata pembunuhan padaku. Sedang Marea ulbareta hoki, hanya lewat kalimat satu saja yang ia tulis hatiku sudah di hargai apalagi ketika bersama, betapa bahagiakah?pikirnya.
            Karena berdua sudah kagum. Akhirnya sudah mendudukkan perasaanya tanpa berdiskusi panjang.” aku dan Marea ulbareta hoki berpacaran. Ngajak ngapel. Jalan-jalan sekedar ngilangin humor berdua”
            Terpaksa hati ini ku belah untuk Sundewi key dan Marea ulbareta hoki.
Koshosi kuter ungkapkan apa adanya, bahwa ia sudah punyak Sundewi key tapi ia tak mau membunuh hatinya ia mencintai Marea ulbareta hoki. Hidup terasa lebih gampang bersama Marea ulbareta hoki. Karena ketika berpikiran Sundewi key yang terbayang hanya kejenuhan, dan pembunuhan.
            ”biarlah  Sundewi key urusanku nanti. Yang penting hati ini menemukan ketenangan bersama Ulbareta” pilihnya.
***
            PAGI layaknya sayembara api yang mendinginkan perasaan ini. Tak kutatap belada di luar jendela, karena akan menyakitkan hatiku saja. Embun di pelataran genting setiap kali menyapa perasaan ini. Sabarlah ulbareta.”aku hanya menagis sedih. Bagaimanapun hati seorang wanita merasa sakit atas perginya Koshosi kuter demi Sundewi key dan popularitasnya.
            Salament Ulbareta, adik Marea ulbareta hoki selalu mengingatkan agar tidak larut dalam kesedihan ini. Sebagai adik ia merasakan kekuatan Cinta sang kakak. Ia berusaha menghibur kakak tercintanya.”Dik. Apa arti popularitas, begitu pentingkah ?”tanya Marea ulbareta hoki tiba-tiba di sela-sela adiknya menghibur hatinya yang sedang patah hati ini.
Tentu. Salament ulbareta yang tengah SMP itu cengang mendengar pertanyaan kakaknya. Ia diam berapa saat lamanya. Bengong. Matanya terarah ke wajah sang kakak.”penting. Tapi dengan cara tidak mengorbankan orang lain”.Entah kenapa Marea ulbareta hoki merasa penting melanjutkan makna popularitas itu kepada adiknya.”teruz, apa yang didapat dari popularitas itu sendiri, dik?
”Nama Besar yang akan membangun, dan ia akan mudah merobah ”. Adik tanpak profesional menjawab pertanyaan Marea ulbareta hoki. ”membangun dan merubah dalam hal apa?” tegas Marea ulbareta hoki mengenai makna merobahnya. ”apa yang dimiliki dan apa yang ia lihat”.
”apakah popularitas itu dapat menjamin masa datang atau masa tua?”
”ya. Tapi kalau merugikan orang lain tidak akan lama lagi pasti berakhir. Jadi biarkan berjalan apa adanya”
”maksudnya yang merugikan yang mana tu, truz kenapa banyak orang mengejar popularitas?”
Menghilangkan, menyakiti, atao membunuh. Tapi kalo berjalan apa adanya, tanpa menyakiti tadi.”
”Sesungguhnya popularitas itu awalnya di kenal, di hormati, dipuja, sampe ditakuti, semua manusia pasti berjalan menuju rumah tangga popularitas. Tegasnya.’teteh kenapa nanya popularitas ke adik sih? Tanya fauzan ceruga.’jangan..jangan teteh lagi....
”ngak apa-apa kok, sekedar nanya doang sama adik.” sanggahnya untuk menghilangkan pandangan adiknya ke arah yang ia maksud.
Marea ulbareta hoki tak nyangka kehebatan adik ternyata bisa dijadikan tempat bertanya ketidak puasan tentang perasaannya yang masih sakit. Ia semakin percaya semua makhluk di dunia ini sedang berjalan ke arah sana. Benar ucapan Koshosi kuter sewaktu bersama selalu menyilangkan waktu tentang popularitas. Nama besar akan tumbang hanya komitment yang tidak konsisten. Tapi kenapa perasaanku tidak pernah ada dalam buku literasi popolaritas Koshosi kuter, atau popularitas hanya berarti selain nama besar perasaanku tengtang dia. Ah, aku semakin bingung antara popularitas dan literasi perasaan cintaku.
Nama-nama senja tentang Koshosi kuter tidak mudah ia lupakan meski waktu dan hari beranjak tua. Bagaimanapun nama Koshosi kuter dan Sundewi key ia simpan di jalan panjang yang sewaktu-waktu Marea ulbareta hoki lewati. Dalam keterpaksaan ini dirinya tak sanggup memilih seperti Koshosi kuter waktu bilang ia memilih kepastian cintanya. Aku masih penasaran tentang perasaanku sama dia, dalam hati tak kuasa memalingkan dia ke laki-laki lain, apalagi memilih sampai membohongi  perasaan. Ia sudah bertemu dengan pilihan Koshosi kuter, Sundewi key. Tanpa menanyakan status, nama Koshosi kuter di hatinya?. Ia sendiri menceritankan bahkan Koshosi kuter memang selalu mendengungkan mimpi-mimpi indah tentang popolaritas. Sundewi key yang di putuskan jadi plilihannya sekarang, ternyata merasakan penderitaan yang sama, perasaanya tersakiti, bahkan sudah terbunuh. Padahal dalam hati Sundewi key tidak ada kamus arti popularitas yang sesungguhnya selain deretan nama Koshosi kuter sebagai kekasih. Marea ulbareta hoki paham apa yang dirasakan hati Sundewi key sekarang. Ia sangat berharap perhatian, kasih sayang dari Koshosi kuter, tetapi Koshosi kuter lebih memilih menyakitkan. ternyata benar literasi perasaan dalam buku popularitas tidak pernah ia dimasukkan.
Sampai akhirnya Marea ulbareta hoki memilih pilihan terbaik untuk menghindar dari penglihatan Koshosi kuter, ia pindah ke moskow. Harapan Cintanya yang sudah di pajang dalam amperan panjang hanya menjadi tangisan tiap waktu di Pagi hari.
kini Marea ulbareta hoki berusaha memadamkan sendri!.
Samsul arifin; Lahir di Kangean
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar